Dahsyatnya kekuatan Maaf (The Power of Forgiveness)

Nasehat dan Wasiat Imam HaddadNasehat dan Wasiat Imam Haddad [Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad (wafat 1132 H)]

Ada keterangan yang mengatakan bahwa, ‘Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada orang beriman laki-laki dan perempuan setiap hari sebanyak 27 kali, maka ia menjadi orang yang doanya dikabulkan dan dengan doanya itu manusia mendapatkan rizki dan menurunkan hujan’. Kalau sudah seperti ini, maka ia sudah menyandang sifat wali Allah.

dinukil dari Kitab Risalah al-Mu’awanah Karya Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad pencetus Ratib al-Haddad dan Wird al-Lathif.

AudioVideo Panduan Forgiveness Therapy KLIK : DI SINI..

Pesan Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad

Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad (wafat 1132 H) adalah seorang alim besar. Beliau gigih berdakwah ke segala lapisan masyarakat, sehingga digelari Quthb al-Dakwah wa al-Irsyad (Poros Dakwah dan Petunjuk). Beliau juga dianggap sebagai mujaddid (pembaharu). Biasanya orang mengenal Habib Abdullah melalui kumpulan doa-doanya, yang biasa disebut Ratib al-Haddad dan Wird al-Lathif. Paling tidak, ada 10 karya Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang sudah dicetak.

Kali ini, saya ingin menuliskan (tepatnya: menerjemahkan) sebagian pesan beliau yang ada dalam kitab Risalah al-Mu’awanah, tentang bagaimana akhlak kita sesama Muslim.

Beliau berpesan,

Hendaknya Anda banyak-banyak berdoa dan istighfar (memohon ampun) secara khusus untuk diri sendiri, kedua orangtua, kerabat, dan teman-teman Anda, dan kepada seluruh kaum Muslim pada umumnya. Sesungguhnya doa seorang Muslim kepada saudaranya yang jauh adalah mustajab, sebagaimana sabda Rasulullah saw., ‘Ada dua doa yang tidak ada hijab (penghalang) dengan Allah, yaitu doa orang yang tertindas dan doa orang muslim kepada saudaranya yang jauh’.

Rasulullah saw. juga bersabda, ‘Jika seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang jauh, maka malaikat berkata, ‘Amin, dan engkau juga mendapatkan seperti itu’.

Maymun bin Mahran rahimahullah berkata, ‘Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada kedua orangtuanya sehabis shalat lima waktu, maka dia sudah dianggap orang yang bersyukur kepada kedua orangtuanya, sebagaimana yang Allah perintahkan dalam firman-Nya, ‘Hendaknya engkau bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu’.

Ada juga keterangan yang mengatakan bahwa, ‘Barangsiapa yang memohonkan ampun kepada orang beriman laki-laki dan perempuan setiap hari sebanyak 27 kali, maka ia menjadi orang yang doanya dikabulkan dan dengan doanya itu manusia mendapatkan rizki dan menurunkan hujan’. Kalau sudah seperti ini, maka ia sudah menyandang sifat wali Allah.

Macam – Macam Hati (nasehat habib Abdullah bin Alwi Al-haddad)
Sebaik-baiknya hati adalah yang bersih suci dari keburukan, yang tunduk kepada yang haaq (kebenaran) dan petunjuk yang diliputi kebaikan. Di dalam Hadits dikatakan,

Hati itu ada 4 macam :
1. Hati yang tidak berselaput, di dalamnya terdapat pelita yang menerangi. Ini hati orang mukmin.
2. Hati yang hitam tak tentu tempatnya. Ini hati orang kafir.
3. Hati yang terbelenggu diatas kulitnya. Ini hati orang munafik.
4. Hati yang mendatar, padanya terdapat iman dan nifaq (kemunafikan).

Perumpamaan iman yang meliputinya seperti batang tumbuhan yang disirami air tawar. Sedangkan perumpamaan nifaq seperti setumpuk kudis yang diselaputi nanah dan darah busuk. Maka yang mana di antara keduanya berkuasa, kesitulah hati tertarik.

Hati yang ke-4 inilah yang terdapat pada kebanyakan kaum muslimin. Amalnya bercampur aduk sehingga keburukannya lebih banyak daripada kesempurnaannya. Dalam Hadits lain dikatakan,

Sesungguhnya iman itu bermula muncul di dalam hati sebagai sinar putih, lalu membesar, hingga seluruh hati menjadi putih. Sedangkan nifaq itu bermula muncul di dalam hati seperti noda-noda hitam, lalu menyebar, hingga seluruh hati menjadi hitam.”

Sesungguhnya iman akan bertambah dengan cara menambah amal saleh disertai keikhlasan. Sedangkan nifaq akan bertambah dengan cara mengerjakan amal buruk, seperti meninggalkan perkara wajib dan melakukan larangan agama. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW,

Barangsiapa melakukan dosa, maka akan tumbuh dalam hatinya setitik hitam. Jika ia bertobat, maka terkikislah titik hitam itu dari hatinya. Jika ia tidak bertobat, maka menyebarlah titik hitam itu sehingga seluruh hatinya menjadi hitam.”

Hal ini sesuai dengan firman Allah,

Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang mereka selalu kerjakan itu menutupi hati mereka.” (QS. 83:14)

Seorang manusia tidak akan ditimpa suatu musibah, kecuali karena dosanya sendiri. Sebagaimana dikatakan di dalam Al-Qur’an,

Dan musibah apa saja yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatanmu sendiri.” (QS. 42:30)

Maka dari itu, hendaklah kita berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Jika pun sudah terlanjur, maka hendaklah bersegera bertaubat. Bukankah dikatakan di dalam Al-Qur’an,

Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. 49:11)

(Dialah) Yang mengampuni dosa dan menerima taubat, Yang pedih siksanya, Yang mempunyai karunia. Tiada tuhan selain Dia dan hanya kepada-Nya-lah tempat kembali.” (QS. 40:3)

Dan tiada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya.” (QS. 40:13-14)

[Disarikan dari Nashoih Diniyyah, Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad]

Referensi :
bangaziem.wordpress.com/tag/doa-orang-yang-tertindas
www.alhawi.net



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comments

comments


Leave a Reply