Aktivasi Mata Ketiga

MataDewaBerikut ini adalah serangkaian tulisan dari Mas Leonardo Rimba, Master Meditasi Mata Ketiga dari Spiritual Indonesia. Tulisan ini telah saya editing, dan saya tulis ulangkan hanya hal-hal yang pokok saja terkait dengan topik mata ketiga, dan bila anda ingin membaca tulisan aslinya, silahkan klik link sumber artikel yang sudah saya sertakan di bawah postingan ini. Semoga bermanfaat.

IRI, DENGKI, & PARASIT ENERGI
Penyakit nomor satu yg menghinggapi mereka yg mengaku orang spiritual di Indonesia adalah iri dan dengki. Iri hati atau keculasan ada dimana-mana, nampak jelas di mereka yg mengaku orang spiritual. Anda semua bisa cerita tentang iri hati dan dengki di kalangan dekat anda. Tiba-tiba orang berubah karena anda berhasil. Itu penyakit umum, dan namanya iri hati dan dengki. Sangat marak di Indonesia. Bukan di kalangan orang spiritual saja, melainkan di semua kalangan.

Joko sendiri tidak bisa merasa iri hati dan dengki terhadap orang lain. Mungkin karena dia tahu bahwa banyak penyakit fisik dan kejiwaan diakibatkan oleh iri hati dan dengki.

Salah satu kelebihan Joko adalah membantu orang untuk ikhlas dan pasrah, dengan cara melepaskan iri dan dengki. Ikhlas dan pasrah cuma bisa tercapai apabila kita tanpa beban. Tanpa dibebani oleh iri dan dengki. Kenapa harus iri dan dengki? Tidak tahukah anda, bahwa anda punya kelebihan juga? Orang lain punya kelebihan dari anda, anda juga punya kelebihan dari orang lain.

Itulah alasannya kenapa Joko selalu mendorong tiap orang untuk menjadi diri sendiri. Menerima diri sendiri, mensyukuri apa yg dimiliki, dan dari situ baru bertanya apa yg mau dilakukan dalam hidup ini. Banyak pilihan. Kalau mau dan siap menanggung konsekwensinya, ambillah!

Jalanilah!

Ngapain membandingkan diri anda dengan orang lain? Bandingkanlah diri anda sekarang dengan diri anda sebelumnya. Apakah anda sekarang lebih bahagia, ataukah lebih sengsara? Dan kenapa?

Ikhlas dan pasrah artinya legowo dalam bahasa Jawa. Atau berserah menurut istilah orang Kristen. Bukan berarti pasif dan diam saja. Bukan seperti itu. Ikhlas pasrah menurut Joko adalah aktif, fokus pada kesadaran, dan tidak usah perduli dengan segala macam iri hati. Biarlah orang iri hati, karena yg dirugikan cuma hati orang itu sendiri.

Ikhlas dan pasrah artinya melepaskan segala-galanya, non attachment, tidak melekat kepada apapun. Secara emosional tidak terpengaruh. Tetapi bukan berarti masa bodoh dan melepaskan tanggung jawab. Bumi tetap berputar, dan apa yg harus dilakukan tetap harus dilakukan.

Kalau ada orang iri hati kepada saya, itu merupakan hak-nya. Joko berpendapat demikian. Asal demo iri hati itu tidak dilakukan di hadapan saya. Kalau di depan saya, akan saya usir. Itu saja sudah cukup. Kita tidak bisa mengatur hidup orang, yg bisa kita atur adalah hidup kita sendiri.

Iri hati dan dengki merupakan penyakit yg sangat umum, mungkin ini penyakit paling umum di masyarakat Indonesia. Cara menghadapinya cukup mudah, yaitu harus tegas. Tanpa ketegasan, anda hanya akan jadi tempat sampah. Tempat pelemparan energi negatif orang yg dengki. Anda harus bilang tidak kepada hal seperti itu. Kalau orang mau buang energi negatif, balikkan saja. Kembalikan itu energi negatif ke orangnya. Bilang saja dengan tegas, anda tidak perlu segala macam “nasehat”.

Itu “nasehat” atawa kata-kata manis bersayap adalah energi negatif yg dilemparkan kepada anda.

Balikkan! Bilang anda tidak perlu. Lebih baik tidak usah kenal dengan manusia yg menjadi parasit energi. Daripada menjadi tempat pelemparan energi negatifnya, atau tempat dia menyedot energi positif karena tidak bisa memproduksi sendiri.

Bagus juga bila bisa mengarahkan orang untuk buang dia punya energi negatif langsung ke tanah. Tidak perlu lewat kita, tetapi langsung saja.

Bantulah orang lain untuk membantu dirinya sendiri. Kalau orang iri hati kepada anda, bantulah orang itu untuk menikmati iri hatinya sebebas-bebasnya. Asal tidak dilakukan di hadapan anda.

Bisa juga dicoba bicara dari hati ke hati. Kalau tidak berhasil tidak perlu dicoba lagi. Satu kali saja sudah cukup.

Kuncinya adalah fokus. Kalau anda fokus, anda akan bisa jalan terus, walaupun harus lewat comberan.

Joko Tingtong Tidak Anti Perdukunan
Joko Tingtong tidak anti perdukunan asalkan dilakukan dengan cara etis. Penuh etika. Dukun asal katanya bermakna baik. Digunakan untuk mereka yg beprofesi membantu sesama dalam penyembuhan. Misalnya dukun beranak, dukun pijat. Cuma dalam perkembangannya, seiring dengan maraknya persaingan komersil, muncullah istilah dukun yg bermakna negatif, seperti dukun santet. Menggunakan kenaifan masyarakat Indonesia untuk mencapai tujuan dengan cara singkat, termasuk menyantet. Joko tidak suka istilah santet-menyantet. Tidak juga suka dengan dukun santet. Menjual barang haram yg tidak jelas. Santetnya tidak jelas, dibayar oleh orang yg juga tidak jelas. Lebih enak beli sate saja, pikir Joko. Ada sate ayam, sate kambing, halal dan enak. Daripada menyantet lebih baik menyate. Tapi tentu saja tidak bisa memaksakan cara pandang itu kepada orang lainnya. Kalau orang percaya dirinya disantet, maka dia sendirilah yg menanggung akibatnya. Tubuh rusak, otak melayang, paranoid, menuduh disantet orang kampung. Dan orang di kampung yg menjadi kambing hitam bisa protes, karena merasa dirinya tidak pernah menjadi kambing. Tinggal di kampung memang, tapi bukan kambing, apalagi yg warnanya hitam.

Jual ilmu perdukunan tentu saja boleh, tidak dilarang. Asal jangan menipu. Beretikalah! Seperti dokter yg tidak pernah menjanjikan kesembuhan 100%, seperti itu pulalah seharusnya seorang dukun. Atau balian, kalau pakai istilah yg digunakan di Bali. Dukun, balian, healer, penyembuh, semuanya bekerja berdasarkan prinsip-prinsip spiritual. Terkadang pakai obat-obatan herbal. Sah dan valid saja, asal tidak menggunakan teknik penipuan.

Joko memilih untuk membantu agar orang bisa secara santai dan tanpa beban menggunakan intuisinya. Intuisi itu sudah ada, tetapi jarang dipakai karena takut. Takut salah. Joko tunjukkan caranya, kita tidak usah takut salah. Kalau kita takut salah, jadinya salah. Kalau kita tidak takut salah, akhirnya tidak salah.

Joko diam kembali. Suka seperti itu. Diam di depan monitor ketika tidak ada yg dilakukannya. Bukan ikut chatting di facebook seperti kelakuan dukun-dukun lainnya. Melainkan diam saja. Meditasi. Sampai tiba-tiba muncul kata-kata di dalam pikirannya. Ketika kata-kata itu muncul sendiri, maka Joko mulai menulis lagi. Namanya intuisi, muncul dari apa yg dinamakannya mata ketiga.

Menurut pendapat Joko, semua yg telah me-like tulisannya di facebook, apalagi yg telah memberikan komentar, adalah orang-orang yg telah terbuka mata ketiganya. Mata ketiga bukan soal percaya atau tidak percaya, tetapi hal menggunakan apa yg sudah ada di diri kita sendiri. Sama saja seperti kemampuan untuk berpikir logis, menggunakan logika, walaupun kita tidak bisa lihat dan pegang itu pikiran dengan tangan, tetap saja kita tahu bahwa itu ada. Dan kita menggunakannya secara spontan. Dan kita tentu saja tidak perlu membuktikan sebelum menggunakannya. Kita cukup menggunakannya saja, karena tahu ada manfaatnya. Setidaknya lebih bermanfaat dibandingkan itu pikiran logis tidak digunakan.

Mata ketiga seperti itu.

Counterpart dari Cakra Mata Ketiga di tubuh fisik adalah kelenjar pineal. Dan itulah mata ketiga yg asli. Yg bisa dipegang. Sama saja seperti counterpart dari pikiran atau the mind. The mind tentu saja berada di alam astral, di awang-awang, antah berantah. Tetapi counterpart-nya yg asli ada di alam fisik, namanya otak atawa the brain. Bisa dipegang juga.

Menggunakan mata ketiga sebenarnya cuma kemampuan biasa saja, sama seperti kita menggunakan kemampuan otak untuk berpikir. Tanpa perlu mengerti Brain Science, kita sudah bisa berpikir, sudah bisa kultivasi gelombang otak, sudah bisa menikmati segala macam fungsi dari otak. Dan sudah bisa juga membuang segala macam belief system yg tidak perlu.

Selain Cakra Mata Ketiga, tentu saja ada cakra-cakra utama lainnya. Cakra Tenggorokan adalah pusat komunikasi kita. Otak cuma memproses lewat impressi, kesan, yg dibawa oleh panca indra, tetapi semuanya tak berguna bila tidak bisa dikomunikasikan. Komunikasi adalah fungsi dari Cakra Tenggorokan. Dengan kata lain, ini pusat intelektualitas, kecerdasan. Yg bisa melihat pembeda dan penyama. Apa bedanya, dan apa samanya? Cakra Tenggorokan mengkomunikasikan apa yg bisa dikomunikasikan.

Cakra Mahkota lain lagi, cenderung membuat blank, suwung, diam saja dan bengong. Melihat semua ternyata cuma datang dan pergi. Penyeimbang Cakra Mahkota adalah Cakra Dasar. Cakra Dasar bisa jadi simbol ikhlas dan pasrah.

Ada beberapa tradisi, bahkan di India sendiri, yg tidak menggunakan Cakra Mahkota. Joko sendiri bersikap biasa terhadap Cakra Mahkota. Dalam perjalanan spiritualnya, tidak pernah dia berikan perhatian khusus. Dari Cakra Gerbang Alam Semesta, Joko langsung turun ke Cakra Mata Ketiga. Karena dia merasa semua fokus yg letaknya di kepala bagian atas otomatis akan jatuh di kelenjar pineal, yaitu kelenjar yg letaknya paling tinggi di tubuh kita. Di atas kelenjar pineal tidak ada kelenjar lain lagi.

Lalu apa gunanya Cakra Mahkota dan Cakra Gerbang Alam Semesta? Gunanya banyak, bisa untuk patokan ketika kita mencanangkan sesuatu di dalam pikiran kita. Bisa bilang kepada diri sendiri, bahwa energi tubuh akan naik sampai Cakra Mahkota, dan setelah itu akan turun lagi ke bawah menjadi hujan prana. Itu bisa. Dan caranya lewat niat. Niat itu bisa dipakai oleh semua orang, terutama oleh mereka yg merasa kesulitan visualisasi atau membayangkan. Tidak semua orang bisa visualisasi, tetapi semua orang bisa berniat. Cukup pakai niat.

Kekuatan tiap orang berbeda. Ada yg kuat di Cakra Mata Ketiga. Ada yg kuat di Cakra Solar Plexus. Ada yg kuat di Cakra Jantung. Kalau sering merasa melihat warna hijau dalam meditasi, misalnya, itu bukan berarti orangnya tidak atau belum sampai ke Cakra Mata Ketiga, melainkan kekuatannya ada di Cakra Jantung.

Ada juga yg bertanya tentang arah meditasi. Joko jawab, arah meditasinya ke Cakra Mata Ketiga. Kemanapun anda menghadap, anda akan selalu berhadapan dengan Cakra Mata Ketiga anda sendiri. Itulah qiblat yg asli.

AMALAN
Saya bagikan amalan yg pernah saya pakai begitu banyak setiap hari ketika saya masih belajar untuk menemukan titik fokus kesadaran ketika wirid atau meditasi. Inilah latar belakang meditasi MK3.

alfatihah“Audzubillah himina syaiton nirojim, bismillah hirohman nirohim, alhamdulilah hirobbil alamin arrahmani arrahim maliki yaumidin iyyakanamudu wa iyyaka nastain ikhdinas shirotolmustaqim shirotol ladziina anamtaalaihim ghairil maghdubi alaihim walaad daalin, amin.”

Saya juga boleh bilang pakai Mantra Gayatri terus sekarang. Tetapi ini kan namanya berbagi. Saya berbagi bahwa saya sudah pakai Doa Al Fatihah bahkan sebelum saya mengenal apa yg namanya Mantra Gayatri. Saya tidak lupa asal-usul, dan tidak malu membagikannya kepada semua orang. Al Fatihah juga universal, bisa digunakan oleh siapa saja yg mau.

Mata ketiga adalah kelenjar pineal, ada di tengah batok kepala kita, selalu terbuka karena tidak ada kelopaknya. Anda bisa mencoba meditasi di cakra mata ketiga, kalau mau.

Cara meditasi di cakra mata ketiga mudah saja :

yaitu duduk dengan punggung tegak. Bisa bersila, bisa juga di atas kursi. Fokuskan kesadaran anda di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran anda berada di titik itu. Rasakannya dengan bola mata anda yg dipejamkan. Bisa juga setengah terpejam. Bisa sambil dengar musik meditasi, bisa juga tidak. Bisa sambil baca mantera atau doa, bisa juga tidak. Bisa pakai mantera atau doa apa saja yg diulang-ulang di dalam hati. Yg penting, fokus kesadaran anda tetap di titik itu. Lakukan rutin tiap hari, 30 menit di pagi hari, dan 30 menit di malam hari.

Jadi, tidak ada itu yg namanya “Pembukaan Mata Ketiga”, apalagi pake duit.

Guna meditasi apa? Agar kita bisa grounded ke kesadaran sejati.

Arti Mantra Gayatri bermacam-macam, tapi buat saya artinya tidak jauh berbeda dari Al Fatihah, yaitu menuntun ke arah sikap ikhlas dan pasrah..

For your info, Al Fatihah yg saya pakai tidak persis sama seperti yg umumnya dilantunkan. Al Fatihah saya diucapkan cepat sekali, 500 kali Al Fatihah dalam waktu 45 menit saja, dengan fokus di cakra mata ketiga (kalau sekarang saya pakai).

Dulu malahan saya fokus di cakra gerbang alam semesta, yg letaknya di ujung jari-jari tangan kita kalau dikatupkan di atas kepala dan diangkat setinggi-tingginya.

Waktu saya pakai Al Fatihah, saya meditasi di cakra gerbang alam semesta. Belakangan saya turunkan ke cakra mata ketiga karena lebih praktis.

Saya belajar sendiri dengan susah payah untuk menurunkan gelombang otak. Nobody told me how to do it. Dan, harus saya akui, pertama-kali saya berhasil menemukan titik terang melalui tradisi Islam. Wirid, zikir, dengan tasbih panjang. Sekali duduk 500 X Al Fatihah, dulu saya bisa dalam waktu 45 menit saja. Setengah modar untuk putar itu tasbih sambil tetap fokus agar amalan bisa diucapkan di dalam hati. Akhirnya saya tahu rahasianya kaum Sufi, yaitu tetap fokus di satu titik. Doa cuma alat bantu agar kesadaran bisa tetap fokus di satu titik. Gelombang otak otomatis turun perlahan, tetapi fokus tetap tidak berubah. Tidak melayang dan kosong melompong seperti disalah-kaprahkan oleh banyak orang.

Fokus. Why?
Karena kalau tidak fokus it is impossible to recite the ayat dengan begitu cepat. Cepat sekali, very fast. Kalau tidak fokus bisa amburadul. And itu bahaya. Bisa korslet. So, kalau tidak mau korslet, mau tidak mau kesadaran harus fokus di satu titik. Tapi saya saat itu belum tahu harus fokus di titik apa. Nobody told me how to do it. Makanya saya eksperimen fokus di cakra paling tinggi which is cakra gerbang alam semesta, sampai akhirnya saya tahu bahwa lebih praktis untuk fokus di cakra mata ketiga saja. Cakra gerbang memang ada secara astral, tetapi kalau mau ada counterpart fisik, maka yg tertinggi adalah cakra mata ketiga, yg tidak lain adalah kelenjar pineal, kelenjar yg letaknya paling atas di tubuh manusia. Oh (latar belakang pemikiran)

Pertama kali saya mulai, bahkan amalan tidak diucapkan di dalam hati, melainkan dikeluarkan lewat mulut. Bisa dibayangkan the mulut komat kamit gak jelas mengeluarkan itu amalan yg diucapkan dengan cepat sekali. Saya juga pakai buhur dan apel jin yg bakarnya pakai kapas. Harus dibakar ketika wiridan. Dan macam-macam syarat lain lagi, yg akhirnya semuanya saya lepas setelah saya temukan kuncinya, yaitu fokus. Dengan punggung dan wajah tegak. Tanpa perlu membungkuk-bungkuk seperti kebiasaan orang di tradisi itu. Yg saya pertahankan adalah bacaannya yg cepat itu. Bahkan sampai sekarang saya tetap menggunakan amalan or mantera dengan cepat sekali ketika meditasi. Amalannya bernama Mantra Gayatri, dan saya ucapkan berulang-ulang dengan cepat sekali di dalam hati, sambil fokus di cakra mata ketiga.

Tentu saja saya juga pakai rujukan dari tradisi-tradisi lain, termasuk tradisi spiritual dari Tibet, tradisi spiritual Yahudi (Kabalah), dan bahkan juga tradisi spiritual Jawa. Saya temukan, ada sesuatu yg disembunyikan. Yg disembunyikan adalah fokus kesadaran di cakra mata ketiga. Biasanya orang didorong untuk fokus di dada. Orang tidak bisa terlepas dari fokus di dada, kecuali menemukan sendiri ada sesuatu yg disembunyikan. Saya termasuk yg menemukan sendiri. Karena saya tahu susah payahnya, maka sekarang saya bagikan saja untuk mereka yg mau. Saya langsung bilang, itu lho fokusnya. Bisa dipelajari sendiri kalau mau. I am NOT a guru spiritual. I am only a sparing partner.

Harus dengan punggung tegak ketika anda baru mulai. At least beberapa bulan pertama ketika anda mulai wirid atau meditasi rutin, punggung harus tegak. Punggung tegak adalah jalur jalannya energi dari cakra dasar sampai cakra mahkota. Dari tulang ekor anda sampai ke puncak kepala, dan dari sana turun lagi ke bawah. Naik turun dari atas ke bawah juga ada di semua tradisi spiritual, walaupun istilahnya berbeda-beda. Untuk saya, ada tambahan pengertian, yaitu tentang masuknya energi alam semesta lewat telapak tangan kiri, dan keluar dari telapak tangan kanan. Dulu saya pakai kristal-kristal ketika meditasi. Dan the kristals menarik energi lewat telapak tangan kiri saya, dan mengeluarkannya lewat telapak tangan kanan saya.

Faedah meditasi MK3 apa? Banyak.
Intuisi akan bermunculan sambung menyambung menjadi satu. Kebetulan demi kebetulan, yg namanya sinkronisitas. Seperti kebetulan tapi bukan kebetulan. Seperti ada yg menyambung satu sama lain. Tetapi, setelah bertahun-tahun menjalaninya, akhirnya saya kembali lagi ke essensi yg pertama kali saya peroleh yaitu ikhlas dan pasrah. Ikhlas artinya merelakan masa lalu menjadi masa lalu. Pasrah artinya merelakan masa depan menjadi masa depan. Kita hidup hanya disini dan saat ini. Here and now. Cuma sebegitu saja akhir perjalanan spiritual kita.

Sensasi yg anda alami ketika meditasi bisa bermacam-macam. Anda bisa merasa melihat jin, bisa merasa cenat cenut, bisa merasa tenang, macam-macam. Sensasi dari kata sense, artinya rasa. Semua yg anda rasakan adalah sensasi.

Asal anda tidak memaksakan diri, pastilah akan ketemu titik fokus meditasi yg paling pas untuk anda. Titik di antara kedua alis mata hanya patokan kira-kira yg saya berikan. Ada yg pasnya lebih ke atas. Ada yg tepat di puncak kepala. So, semua titik di kepala bagian atas otomatis akan jatuh di kelenjar pineal atau cakra mata ketiga. Makanya anda harus coba sendiri, dan dapatkan titik fokus yg paling pas untuk anda.

Belief system seputar Al Fatihah banyak sekali, termasuk untuk memanggil makhluk halus. Kalau mau percaya tentu saja tidak dilarang. Tidak mau percaya juga tidak dipaksa. Oh (suka-suka.com)

Keindahan Al Fatihah adalah dalam bahasa aslinya. Kalau sudah di-Indonesia-kan keindahannya berkurang. Oh (jujur aja)

Tafsir Al Fatihah dalam bahasa Indonesia banyak sekali, bisa search sendiri. Saya membatasi tulisan ini mengenai teknik meditasi menggunakan wirid Al Fatihah. Bukan tafsir yg bisa bermacam-ragam tergantung kesukaan penafsirnya sendiri, walaupun saya cenderung mengartikan Al Fatihah sebagai bahasa simbolik yg isinya mengenai melepaskan segala macam keterikatan. Ada shirataalmustaqim disitu, titian serambut dibelah tujuh. Anda tidak bisa lewat shirataalmustaqim dengan membawa apapun. Tidak bisa membawa tubuh anda, harta benda anda, bahkan amal ibadah anda. Hanya dengan ikhlas pasrah anda bisa melewati shirataalmustaqim.

Tentu saja anda bisa pakai doa apa saja, mantera apa saja. Saya cuma berbagi tentang awal perjalanan spiritual saya. Malahan saat ini saya sudah sampai pada pengertian bahwa doa atau mantera cuma alat bantu agar kesadaran kita bisa fokus di satu titik. Untuk menurunkan gelombang otak kita harus fokus, sehingga ketika gelombang otak kita turun kita tetap sadar. Kalau tidak sadar namanya tidur pulas. (dan itu bukan meditasi)

gerbang semestaKetika kedua telapak tangan kita dikatupkan dan diangkat setinggi-tingginya di atas kepala, ujung jari-jari kita akan menyentuh cakra gerbang alam semesta.

Empat Hormon yg Dihasilkan melalui Meditasi di Ruangan Gelap
Di dalam ratusan penelitian tentang meditasi ada hal yg menarik pada bahasan 4 hormon tubuh yg terlibat dalam kecerdasan intuitif dan kecerdasa spiritual. Hormon-hormon itu adalah: Melatonin, Pinolin, Hormon 5-Meo-DMT, Dimethyltryptamin (DMT). Hormon-hormon tersebut sebagai berikut.

1. MELATONIN :
Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal saat manusia berada dalam suasana gelap. Melatonin ini diproduksi pada malam hari, dan apa bila kita tidur dalam keadaan lampu padam maka akan membantu memperlancar peroduksi melatonin, sebaliknya jika orang yg tidur dengan lampu menyala, produksi melatonin tidak lancar yg mengakibatkan bangun keesokan harinya dalam keadaan tidak segar, produksi melatonin juga dapat dihasilkan melalui meditasi dengan menutup mata dan berada di ruang gelap. Produksi melatonin maksimal dihasilkan hanya sampai antara 2-5 miligram per harinya, dan melatonin ini mengatur “ jam biologis “ manusia sehingga bisa bangun dan mengantuk pada waktunya, juga melatonin ini bermanfaat bagi perkembangan kesadaran spiritual.

2. PINOLIN :
Dalam penelitian dokter Mantak Chia dari Thailand, yg memperkenalkan system meditasi dalam kegelapan, setelah hari ke 3 meditasi, kadar melatonin meningkat antara 15-20 miligram dalam darah, sehingga kelenjar pineal berhenti mengekskresikan melatonin dan mulai memperoduksi pinolin yg bersifat superkonduktor serta meningkatkan replikasi sel-sel tubuh (mitosis) dan iterkalasi dengan molekul-molekul DNA. Dan pinolin ini pada umumnya dijumpai pada perempuan yg sedang mengandung, bermimpi, dan dalam pengalaman pra mati ( Near Death Experience atau NDE).

Pinolin inilah yg merangsang terjadinya clair-voyance atau peristiwa melihat dengan mata bathin dan kepekaan merasa. Tanpa pinolin dengan kadar yg tinggi jangan harap terjadinya gejala-gejala metafisis tersebut. Orang yg memliki bakat alami akan kepekaan intuisi (penglihatan, pendengaran, dan rasa bathin) pastilah dalam tubuhnya secara alami mempunyai kadar hormon yg tinggi pinolin, karena pinolin berperan aktif dalam decoding DNA, yg memuat “memori kolektif“ dari nenek moyang seseorang, yg oleh sebab itu ia bisa menemukan informasi tersembunyi, yg disinyalkan oleh otak kanan dalam bentuk cahaya, suara, pengetahuan dan realisasi visual.

Boleh dikatakan pinolin memungkinkan terbukanya pintu menuju “alam kesadaran” (super kesadaran) sehingga manusia dapat mengakses informasi yg terkandung dalam alam, sehingga untuk membaca “jejak memori” yg menempel pada suatu HP atau benda lain yg dipakai bukanlah sesuatu yg tidak mustahil, karena partikel keringat dari seseorang atau hormone pheromone dari tangannya masih menempel di HP. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan zat sehingga benda-benda itu memuat sebagian memori dari si pemiliknya.

3. HORMON 5-MEO-DMT
Setelah bermeditasi selama 6-8 hari terus menerus, maka kelenjar pineal akan mulai memproduksi hormone 5-Meo-DMT, yg mana hormone ini bersifat luminescens (mendatangkan cahaya) dan fosforenscens (mengeluarkan cahaya) karena sejumlah fosfen (kilatan cahaya sewaktu kita menutup dan membuka mata) disalurkan ke korteks mata dan orang akan melihat sinar terang di kepalanya.

Dalam penelitian bersama yg dilakukan Eduard P.A Van Wijka (International Institute of Biophysics, Neuss, Jerman), J.Ackermanc (Universitas Utrecht, Belanda), Roeland Van Wijka (Cottage Hospital, Santa Barbara, California, USA) menunjukkan bahwa meditasi menghasilkan emisi foton ultra lemah (Ultra Weak Photon Emission) pada lengan dan dahi meditator yg di observasi.

Foton sendiri adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Seorang meditator akan mengeluarkan emisi foton pada tubuhnya, tetapi hanya dapat dilihat oleh mereka yg memiliki “mata ketiga” terutama pada anak-anak di bawah usia 7 tahun, karena kelenjar pinealnya masih berfungsi normal. Anak-anak itu akan menutup wajahnya dan mengatakan “sangat menyilaukan” seperti sinar matahari yg terik.

Hormon 5-Meo-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA (ribonucleic acid), visualisasi dari orang-orang tersebut kemudian mampu melihat “visualisasi halo” atau mata ketiga, seperti memahami pikiran-pikiran pra bahasa (bahasa telepati) pada orang lain. Oleh karenanya orang yg telah mencapai tingkat ini dapat mengetahui keadaan psikologi seseorang tanpa mengadakan interview.

4. DIMETHYLTRYPTAMIN (DMT)
Pada hari ke 9-12 dalam praktek meditasi dalam ruang gelap total, kadar hormone DMT dapat mencapai 25 miligram dalam darah, maka terbukalah apa yg dinamakan “mata ketiga” (the third eye) yang posisinya tepat di belakang kening (cakra ajna). Seseorang yg telah mencapai tingkat rohani ini, secara subjektif dari pengalaman nyata, dengan energy tubuhnya ia dapat melayang ke luar bahkan melampaui dimensi ruang dan waktu.

Referensi: Catatan Penelitian Trio: E.P.A Van Wijka; J.Ackemanc; R.Van Wijka (Netherlands)

So, you know already that mata ketiga adalah kelenjar pineal, ada di tengah batok kepala kita, selalu terbuka karena tidak ada kelopaknya. Anda bisa mencoba meditasi di cakra mata ketiga, kalau mau.

Cara meditasi di cakra mata ketiga mudah saja, yaitu duduk dengan punggung tegak. Bisa bersila, bisa juga di atas kursi. Fokuskan kesadaran anda di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran anda berada di titik itu. Rasakannya dengan bola mata anda yg dipejamkan. Bisa juga setengah terpejam. Bisa sambil dengar musik meditasi, bisa juga tidak. Bisa sambil baca mantera atau doa, bisa juga tidak. Bisa pakai mantera atau doa apa saja yg diulang-ulang tanpa suara. Yg penting, fokus kesadaran anda tetap di titik itu. Lakukan rutin tiap hari, 30 menit di pagi hari, dan 30 menit di malam hari.

Jadi, tidak ada itu yg namanya “Pembukaan Mata Ketiga”, apalagi pake duit.

SUMBER : Aktivasi Mata Ketiga by Leonardo Rimba

INFO WORKSHOP






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comments

comments


1 comment

  1. olyd88 May 3, 2013 2:28 am  Reply

    Saya sokong pendapat saudara ini, sepertinya cara berfikir saudara ada persamaan dengan saya…dan satu perkara lagi iaitu hal titik fokus itu memang betul, tidak ada orang lain yang dapat beritahu kita dimana letaknya titik fokus yang ditemui itu melainkan dia sendiri yang sudah mengalaminya..

Leave a Reply